Mediansyah Resaputra: Gen Z Harus Berani Tolak Politik Uang & Berani Laporkan Dugaan Pelanggaran Pemilu ke Bawaslu
|
Pringsewu – Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pringsewu, Mediansyah Resaputra, mengajak generasi Z (Gen Z) untuk menolak segala bentuk politik uang, termasuk pemberian melalui saldo dompet digital, serta berani melaporkan dugaan pelanggaran pemilu. Ajakan tersebut disampaikan saat menjadi keynote speaker dalam kegiatan Behasan Demokrasi Episode 1 bertema “Gen Z dan Politik Uang: Masihkah Suara Rakyat Bisa Dibeli?” melalui Zoom Meeting, Kamis (15/10/2026).
Dalam pemaparannya, Mediansyah menjelaskan bahwa politik uang tidak hanya berbentuk pemberian uang tunai atau yang dikenal sebagai serangan fajar, tetapi juga dapat dilakukan melalui berbagai modus, termasuk transfer saldo dompet digital. Perkembangan tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pengawasan dan penanganan pelanggaran pemilu.
Menurutnya, politik uang berbahaya karena merampas kedaulatan rakyat, berpotensi mendorong lahirnya pemimpin yang terbebani biaya politik, menghambat calon pemimpin berkualitas, serta menormalisasi praktik yang bertentangan dengan nilai demokrasi.
Mediansyah menegaskan bahwa generasi muda memiliki posisi strategis dalam melawan praktik tersebut. Besarnya jumlah pemilih dari kalangan Gen Z dan milenial harus diimbangi dengan kesadaran politik, keberanian menolak pemberian yang bertujuan memengaruhi pilihan, serta keterlibatan aktif dalam pengawasan pemilu.
Ia juga menjelaskan bahwa penanganan dugaan pelanggaran oleh Bawaslu dapat berawal dari dua jalur, yakni temuan hasil pengawasan aktif jajaran pengawas pemilu dan laporan masyarakat. Karena itu, mahasiswa dan masyarakat diimbau tidak ragu menyampaikan laporan apabila mengetahui dugaan politik uang.
Mediansyah turut mengingatkan pentingnya memahami mekanisme pelaporan dan menjaga keberanian untuk menyampaikan kebenaran. Partisipasi masyarakat dibutuhkan agar dugaan pelanggaran dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.
“Jangan tukar masa depan pelayanan kesehatan, beasiswa, dan lapangan kerja dengan harga suap yang murah,” pesannya kepada generasi muda.
Lebih lanjut, ia mendorong Gen Z melakukan langkah konkret, mulai dari menolak pemberian uang, barang, maupun saldo digital yang bertujuan memengaruhi pilihan politik, menyebarkan edukasi ant politik uang, hingga terlibat dalam pengawasan partisipatif. Ia juga menekankan bahwa nilai kejujuran dan integritas perlu dimulai dari lingkungan kampus, termasuk dalam aktivitas organisasi mahasiswa.
Kegiatan Behasan Demokrasi Episode 1 turut menghadirkan perwakilan Aliansi BEM Pringsewu (ABP), yaitu Husein Fadhilah dari Universitas Aisyah Pringsewu, M. Fadhil Al-Hadi dari Institut Bakti Nusantara Pringsewu, Maulana Rizki Fauzi dari Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Pringsewu, serta Novryanda Aidil Fitra dari Universitas Muhammadiyah Pringsewu. Kegiatan ini diikuti oleh Gen Z dan masyarakat umum.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Pringsewu berharap generasi muda semakin memahami bahaya politik uang, berani menolak praktik transaksional, serta aktif mengawasi dan melaporkan dugaan pelanggaran demi mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.
Penulis dan Foto: Humas Bawaslu Pringsewu
Editor: Humas Bawaslu Pringsewu