LANJUTKAN EDUKASI PUBLIK, BAWASLU PRINGSEWU BAHAS "PENDIDIKAN DEMOKRASI SEJAK DINI" BERSAMA PC PMII PRINGSEWU
|
Pringsewu, 22 Juli 2025 – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pringsewu kembali menggelar podcast edukatif "Ngobrol Demokrasi" (NgoDe), yang kini memasuki episode kedua. Dalam edisi kali ini, Bawaslu Pringsewu menggandeng organisasi mahasiswa Islam, menghadirkan M. Faisal Saputra Abung, Ketua Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Pringsewu.
Diskusi yang dipandu oleh Siti Umi Kulsum ini fokus pada tema fundamental: "Pendidikan Demokrasi Sejak Dini", menyoroti peran strategis pemuda dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi mulai dari lingkungan terkecil.
PMII: Melatih Demokrasi dari Bilik Suara Organisasi
M. Faisal Saputra Abung, yang akrab disapa Kak Abung, berbagi pengalaman bahwa PMII secara aktif melatih demokrasi melalui praktik nyata di internal organisasi. "Saat pemilihan Ketua PC PMII Pringsewu, kami belajar bahwa demokrasi bukan hanya tentang menang atau kalah, tapi bagaimana prosesnya adil, transparan, dan semua calon diberi ruang yang sama," ujar Abung.
PMII Pringsewu juga menerapkan praktik pengawasan partisipatif layaknya pemilu, termasuk mengadakan simulasi pemilihan dengan bilik suara, forum diskusi bulanan untuk aspirasi, hingga penggunaan kotak saran anonim untuk kritik konstruktif.
PMII dan Bawaslu Saling Menguatkan Prinsip Pengawasan
Abung menegaskan bahwa pengalaman mereka dalam mengawasi pemilihan di internal organisasi membuat mereka menyadari betapa pentingnya peran lembaga pengawas seperti Bawaslu.
"Tanpa adanya lembaga pengawas yang kredibel seperti Bawaslu, proses demokrasi rentan diselewengkan. Kami bahkan terinspirasi dari model Bawaslu untuk membentuk panitia pengawas independen saat pemilihan ketua, lengkap dengan standar operasional prosedur pengawasan dan mekanisme pelaporan pelanggaran," jelas Abung.
PMII melihat Bawaslu sebagai 'role model' yang prinsip-prinsipnya—seperti transparansi, partisipasi publik, dan independensi—sangat aplikatif untuk pendidikan politik di tingkat mahasiswa.
Tantangan Hoaks dan Golput Mahasiswa
Menanggapi tantangan di kalangan pemuda, PC PMII Pringsewu mengakui adanya anggota yang bersikap 'golput' karena merasa suaranya tidak berpengaruh, serta maraknya hoaks.
"Kami mengatasinya dengan menunjukkan hasil nyata dari partisipasi, serta mengadakan workshop anti-hoaks bekerja sama dengan praktisi TIK. Literasi digital adalah bagian tak terpisahkan dari pendidikan demokrasi saat ini," katanya.
Sebagai penutup, PC PMII Pringsewu berharap Bawaslu dapat lebih dekat dengan kaum muda dengan memanfaatkan platform digital untuk konten kreatif tentang pengawasan pemilu.
"Kehadiran Bawaslu seperti 'kompas' bagi kami dalam memahami praktik demokrasi yang sehat. Kami berharap pemuda lebih aktif mengawasi kebijakan, bukan hanya dengan demo, tetapi juga dengan cara cerdas seperti menulis opini dan terlibat dalam diskusi. Demokrasi sehat dimulai dari kampus dan organisasi kepemudaan!" pungkas Abung.
Bawaslu Pringsewu pun menyambut baik sinergi ini dan mengundang kaum muda untuk terlibat dalam program seperti Sekolah Pengawas, atau menjadi pionir dengan membentuk 'Bawaslu Kecil' di lingkungan kampus masing-masing untuk mengawal setiap proses pemilihan.
Podcast NgoDe Bawaslu Pringsewu episode ini dapat disimak secara lengkap melalui kanal resmi Bawaslu Pringsewu.
Penulis dan Foto: Humas Bawaslu Pringsewu
Editor: Humas Bawaslu Pringsewu