Buka Behasan Demokrasi Episode 1, Suprondi : Gen Z Punya Peran Penting dalam Melawan Politik Uang
|
Pringsewu –Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pringsewu, Suprondi, mengajak generasi Z (Gen Z) dan mahasiswa untuk berperan aktif melawan politik uang serta menjaga kualitas demokrasi menuju Pemilu 2029. Ajakan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Behasan Demokrasi Episode 1 bertema “Gen Z dan Politik Uang: Masihkah Suara Rakyat Bisa Dibeli?” melalui Zoom Meeting, Kamis (15/10/2026).
Dalam sambutannya, Suprondi menegaskan bahwa politik tidak hanya berkaitan dengan perebutan kekuasaan, tetapi juga memengaruhi kehidupan masyarakat sehari-hari. Karena itu, generasi muda perlu memahami politik dan tidak bersikap apatis terhadap persoalan demokrasi.
“Suka atau tidak suka, peduli atau tidak peduli, politik akan tetap memengaruhi dan menentukan bagaimana kehidupan kita,” ujar Suprondi.
Ia menjelaskan, program Behasan Demokrasi dihadirkan sebagai ruang diskusi dan kolaborasi antara Bawaslu dengan mahasiswa untuk bertukar gagasan, menyampaikan kritik yang edukatif, serta memperkuat pengawasan pemilu di Kabupaten Pringsewu. Bawaslu Pringsewu, lanjutnya, terbuka terhadap partisipasi dan masukan mahasiswa dalam menjaga demokrasi yang berintegritas.
Suprondi juga menyoroti posisi strategis Gen Z dan generasi milenial dalam Pemilu 2029. Menurutnya, generasi muda memiliki pola pandang tersendiri terhadap politik dan demokrasi yang dapat menjadi harapan bagi perbaikan kualitas pemilu ke depan.
Terkait politik uang, Suprondi mengibaratkannya sebagai racun yang dapat merusak demokrasi. Oleh karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan bersama dengan menutup celah praktik politik uang, baik dari sisi pemberi maupun penerima.
“Pemilu 2029 ini kita harus bergerak bersama-sama, berusaha menutup celah politik uang, baik dari sisi penyedia maupun penerima, untuk memperbaiki kualitas demokrasi kita ke depan,” tegasnya.
Kegiatan ini menghadirkan empat narasumber dari Aliansi BEM Pringsewu (ABP), yakni Husein Fadhilah dari Universitas Aisyah Pringsewu, M. Fadhil Al-Hadi dari Institut Bakti Nusantara Pringsewu, Maulana Rizki Fauzi dari Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Pringsewu, serta Novryanda Aidil Fitra dari Universitas Muhammadiyah Pringsewu. Kegiatan diikuti oleh Gen Z dan masyarakat umum.
Melalui Behasan Demokrasi, Bawaslu Kabupaten Pringsewu berharap terbangun kolaborasi berkelanjutan dengan mahasiswa dan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran politik, menolak politik uang, serta berpartisipasi aktif mengawal pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.
Penulis dan Foto: Humas Bawaslu Pringsewu
Editor: Humas Bawaslu Pringsewu