Bawaslu Pringsewu Terima Audiensi BEM UAP, Bahas Urgensi Pembentukan BAWASLUM Independen di Lingkungan Kampus
|
Pringsewu — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pringsewu menerima audiensi dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Aisyah Pringsewu (BEM UAP), Kamis (12/2/2026), di Kantor Bawaslu Kabupaten Pringsewu. Pertemuan tersebut membahas urgensi pembentukan Badan Pengawas Pemilu Mahasiswa (BAWASLUM) yang independen dalam pelaksanaan Pemilihan Raya (PEMIRA) di lingkungan kampus.
Rombongan BEM UAP dipimpin langsung oleh Presiden BEM UAP, Alfariz Irfad Nabila, didampingi Menteri Luar Negeri (MENLU) serta Menteri Pemuda dan Olahraga (MENPORA) BEM UAP. Kedatangan mereka disambut Ketua Bawaslu Kabupaten Pringsewu, Suprondi, S.Kom., C.Med., bersama jajaran, yakni Hendi Pratama, S.M., BPP Muhtadin A.M., S.I.P., serta staf kesekretariatan Bawaslu Kabupaten Pringsewu.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden BEM UAP Alfariz Irfad Nabila menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan oleh Bawaslu Kabupaten Pringsewu. Ia menjelaskan bahwa audiensi ini bertujuan untuk meminta arahan dan pencerahan terkait pembentukan Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) dan BAWASLUM yang lebih independen.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ketua Bawaslu dan jajaran yang telah menerima audiensi hari ini. Setiap tahun kampus kami melaksanakan Pemilihan Raya (PEMIRA), namun KPUM dan BAWASLUM yang ada saat ini masih dibentuk oleh BEM, sehingga independensinya belum optimal. Oleh karena itu, kami memohon arahan dalam pembentukan KPUM dan BAWASLUM yang benar-benar independen,” ujar Alfariz.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Bawaslu Kabupaten Pringsewu, Suprondi, menyampaikan apresiasi atas inisiatif BEM UAP. Ia menegaskan bahwa kampus merupakan laboratorium politik yang strategis dalam mencetak calon pemimpin dan aktor politik masa depan, sekaligus ruang penting untuk menumbuhkan sistem demokrasi yang sehat sejak dini.
“Selamat datang kepada rekan-rekan BEM UAP. Kampus adalah laboratorium politik. Di sanalah calon-calon pemimpin masa depan ditempa. Kehadiran BAWASLUM sangat penting sebagai akar penguatan demokrasi di kalangan pemuda dan mahasiswa. Buta politik adalah hal yang paling berbahaya. Demokrasi harus dipelajari, dipraktikkan, dan diawasi dengan baik sejak di bangku kuliah,” ujar Suprondi.
Ia juga menambahkan bahwa pemilu pada hakikatnya merupakan proses pengelolaan konflik secara konstitusional untuk menghasilkan keputusan bersama. Oleh karena itu, diperlukan sistem pengawasan yang independen dan berintegritas agar proses tersebut berjalan jujur, adil, dan demokratis.
“Pemilu adalah konflik yang dikelola untuk mengambil keputusan. Bawaslu menyadari bahwa kolaborasi dengan berbagai elemen, termasuk mahasiswa, sangat penting dalam memperkuat demokrasi, khususnya di Provinsi Lampung dan Kabupaten Pringsewu,” tambahnya.
Audiensi berlangsung dalam suasana dialogis dan konstruktif. Kedua belah pihak sepakat bahwa penguatan kelembagaan pengawasan di lingkungan kampus merupakan langkah strategis dalam membangun budaya demokrasi yang berintegritas sejak dini.
Melalui pertemuan ini, diharapkan terjalin sinergi berkelanjutan antara Bawaslu Kabupaten Pringsewu dan civitas akademika Universitas Aisyah Pringsewu dalam mendorong praktik demokrasi yang sehat, partisipatif, serta berlandaskan prinsip independensi di lingkungan kampus.
Penulis dan Foto: Humas Bawaslu Pringsewu
Editor: Humas Bawaslu Pringsewu