Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Pringsewu Tanamkan Kesadaran Demokrasi, Suprondi: Jangan Golput dan Diskriminatif

Bawaslu Pringsewu Tanamkan Kesadaran Demokrasi, Suprondi: Jangan Golput dan Diskriminatif

Bawaslu Pringsewu Tanamkan Kesadaran Demokrasi, Suprondi: Jangan Golput dan Diskriminatif

Pringsewu - Ketua Bawaslu Kabupaten Pringsewu, Suprondi, mengajak para pelajar untuk membangun kesadaran demokrasi sejak dini dan tidak bersikap apatis terhadap proses pemilihan. Menurutnya, Pemilihan Ketua OSIS merupakan miniatur demokrasi yang dapat menjadi ruang pembelajaran bagi para pelajar sebelum menjadi pemilih pemula pada Pemilu Tahun 2029.

 

Hal tersebut disampaikan Suprondi saat menjadi narasumber dalam Debat Terbuka Calon Ketua OSIS SMAN 2 Gadingrejo yang berlangsung di Lapangan Utama SMAN 2 Gadingrejo, Rabu, 2 September 2026.

 

Dalam penyampaiannya, Suprondi menegaskan bahwa para pelajar perlu memanfaatkan momentum Pemilihan Ketua OSIS sebagai sarana belajar untuk menentukan pilihan secara sadar, rasional, dan bertanggung jawab.

 

Ketua Bawaslu Kabupaten Pringsewu, Suprondi, mengajak para pelajar untuk membangun kesadaran demokrasi sejak dini dan tidak bersikap apatis terhadap proses pemilihan. Menurutnya, Pemilihan Ketua OSIS merupakan miniatur demokrasi yang dapat menjadi ruang pembelajaran bagi para pelajar sebelum menjadi pemilih pemula pada Pemilu Tahun 2029.

 

“Pemilihan Ketua OSIS merupakan miniatur dari Pemilu. Di sinilah kita belajar bersama-sama untuk menentukan pilihan. Jangan golput dan jangan memiliki sikap tidak peduli terhadap proses demokrasi,” ujar Suprondi.

 

Menurutnya, pengalaman mengikuti proses demokrasi di lingkungan sekolah akan menjadi bekal penting bagi para pelajar yang nantinya menjadi pemilih pemula pada Pemilu Tahun 2029.

 

Para siswa, lanjut Suprondi, perlu memahami bahwa partisipasi dalam pemilihan merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sebagai bagian dari kehidupan demokrasi. Karena itu, setiap pelajar diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut mengambil bagian dan menggunakan hak pilihnya secara bertanggung jawab.

 

Selain mengajak pelajar untuk aktif berpartisipasi, Suprondi juga menekankan pentingnya menghargai perbedaan pilihan. Ia mengingatkan agar proses demokrasi tidak melahirkan sikap diskriminatif di antara para siswa.

 

“Setiap orang memiliki hak untuk menentukan pilihannya. Karena itu, jangan sampai perbedaan pilihan menimbulkan diskriminasi. Kita harus belajar menghargai pilihan orang lain dan menjaga persatuan,” katanya.

 

Suprondi menambahkan, kesuksesan Pemilihan Ketua OSIS membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh siswa. Hal tersebut memiliki kesamaan dengan pelaksanaan Pemilu yang membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda sebagai pemilih pemula.

 

Menurutnya, sekolah memiliki posisi strategis dalam membentuk kesadaran demokrasi generasi muda. Melalui berbagai kegiatan demokrasi di lingkungan sekolah, para pelajar dapat belajar mengenai nilai partisipasi, kejujuran, tanggung jawab, sportivitas, serta penghormatan terhadap perbedaan.

 

Bawaslu Kabupaten Pringsewu, kata Suprondi, mengapresiasi kesempatan untuk berkolaborasi dalam kegiatan pendidikan demokrasi di tingkat sekolah. Bawaslu memberikan dukungan terhadap berbagai upaya yang mendorong tumbuhnya kesadaran demokrasi sejak usia dini.

 

“Sekolah merupakan ruang yang strategis untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi. Apa yang dipelajari para siswa melalui proses Pemilihan Ketua OSIS hari ini dapat menjadi pengalaman berharga ketika nantinya mereka menggunakan hak pilih sebagai pemilih pemula,” ujarnya.

 

Debat Terbuka Calon Ketua OSIS SMAN 2 Gadingrejo berlangsung meriah, tertib, dan penuh semangat. Para calon Ketua OSIS menyampaikan gagasan serta argumentasi mereka di hadapan para siswa, sementara peserta memberikan dukungan dengan cara yang sopan dan sportif.

 

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari proses pemilihan pemimpin siswa, tetapi juga menjadi wadah pembelajaran praktik demokrasi secara langsung bagi seluruh peserta.

 

Melalui proses seperti ini, para pelajar diharapkan semakin memahami pentingnya menggunakan hak pilih, menentukan pilihan secara bertanggung jawab, menghargai perbedaan, serta tidak bersikap apatis terhadap kehidupan demokrasi.

 

Pemilihan Ketua OSIS menjadi langkah kecil yang memiliki makna besar dalam membentuk generasi muda yang sadar demokrasi dan siap mengambil peran sebagai pemilih pemula pada Pemilu Tahun 2029.

 

Penulis dan Foto: Humas Bawaslu Pringsewu

Editor: Humas Bawaslu Pringsewu