Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Pringsewu Kenalkan Nilai Demokrasi melalui Pemilihan Ketua OSIM di SMA IT IMBOS

Bawaslu Pringsewu Kenalkan Nilai Demokrasi melalui Pemilihan Ketua OSIM di SMA IT IMBOS

Bawaslu Pringsewu Kenalkan Nilai Demokrasi melalui Pemilihan Ketua OSIM di SMA IT IMBOS

Pringsewu – Praktik demokrasi dapat dimulai dari lingkungan sekolah. Hal tersebut tergambar dalam pelaksanaan Pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) Tahun Pelajaran 2026/2027 di SMA IT Insan Mulia Boarding School (IMBOS) Pringsewu, yang menjadi ruang pembelajaran bagi siswa untuk mengenal proses demokrasi secara langsung.

 

Dalam kegiatan tersebut, Bawaslu Kabupaten Pringsewu hadir memberikan pemahaman kepada Panitia Khusus (Pansus) mengenai prinsip-prinsip penyelenggaraan pemilihan yang demokratis, jujur, adil, dan transparan.

 

Kehadiran Bawaslu Kabupaten Pringsewu menjadi bagian dari upaya memberikan edukasi kepada generasi muda bahwa demokrasi tidak hanya dipelajari ketika Pemilu atau Pemilihan berlangsung, tetapi dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk melalui proses pemilihan di lingkungan sekolah.

 

Bagi panitia penyelenggara pemilihan Ketua OSIM, pelaksanaan pemilihan bukan sekadar mengatur tahapan teknis. Di dalamnya terdapat kepercayaan yang harus dijaga dengan mengedepankan prinsip netralitas, keadilan, profesionalitas, dan transparansi.

 

Panitia juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh peserta pemilihan mendapatkan perlakuan yang adil serta tidak menunjukkan keberpihakan kepada kandidat tertentu. Prinsip tersebut penting agar proses pemilihan dapat berlangsung secara terbuka dan dapat dipercaya oleh seluruh siswa.

 

Selain penyelenggara, siswa sebagai pemilih juga memiliki hak yang perlu dihormati. Pemilih berhak menentukan pilihannya secara bebas, memperoleh informasi mengenai calon, serta menggunakan hak pilih tanpa adanya tekanan dari pihak mana pun.

 

Dalam praktik demokrasi di lingkungan sekolah, sejumlah hal juga perlu dihindari, antara lain politik uang, pemaksaan pilihan, penyebaran berita bohong, serta manipulasi hasil pemilihan.

 

Pembelajaran demokrasi melalui pemilihan Ketua OSIM menjadi kesempatan bagi siswa untuk memahami bahwa demokrasi bukan sekadar aktivitas memilih. Demokrasi juga berkaitan dengan partisipasi, kejujuran, tanggung jawab, kesetaraan, serta sikap menghargai perbedaan.

 

Sekolah dapat menjadi salah satu ruang awal bagi generasi muda untuk mengenal dan mempraktikkan nilai-nilai demokrasi secara nyata. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi siswa ketika nantinya menggunakan hak politiknya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

 

Melalui program Bawaslu Sahabat Sekolah, Bawaslu Kabupaten Pringsewu terus mendorong penguatan pemahaman demokrasi dan kepemiluan di kalangan generasi muda, khususnya pemilih pemula.

 

Dari lingkungan sekolah, generasi muda dapat belajar bahwa demokrasi membutuhkan keterlibatan setiap orang, baik sebagai penyelenggara maupun sebagai pemilih.

 

Mari menjadi generasi pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.

#AyoAwasiBersama

Penulis dan Foto: Humas Bawaslu Pringsewu

Editor: Humas Bawaslu Pringsewu