Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Pringsewu Dorong Pemilih Pemula Aktif Awasi Pemilu Lewat “Bawaslu Goes To School” di SMA Negeri 2 Pringsewu

Foto Bawaslu Pringsewu terus berupaya menanamkan nilai-nilai demokrasi kepada generasi muda. Salah satu langkah nyata dilakukan melalui kegiatan “Bawaslu Goes To School: Sosialisasi Pengawasan Partisipatif bagi Pemilih Pemula” yang digelar di SMA Negeri 2 Pringsewu

Foto Bawaslu Pringsewu terus berupaya menanamkan nilai-nilai demokrasi kepada generasi muda. Salah satu langkah nyata dilakukan melalui kegiatan “Bawaslu Goes To School: Sosialisasi Pengawasan Partisipatif bagi Pemilih Pemula” yang digelar di SMA Negeri 2 Pringsewu

Foto Bawaslu Pringsewu terus berupaya menanamkan nilai-nilai demokrasi kepada generasi muda. Salah satu langkah nyata dilakukan melalui kegiatan “Bawaslu Goes To School: Sosialisasi Pengawasan Partisipatif bagi Pemilih Pemula” yang digelar di SMA Negeri 2 Pringsewu

PRINGSEWU – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pringsewu terus berupaya menanamkan nilai-nilai demokrasi kepada generasi muda. Salah satu langkah nyata dilakukan melalui kegiatan “Bawaslu Goes To School: Sosialisasi Pengawasan Partisipatif bagi Pemilih Pemula” yang digelar di SMA Negeri 2 Pringsewu, pada Senin (27/10/2025).

 

Bawaslu Goes To School: Sosialisasi Pengawasan Partisipatif bagi Pemilih Pemula” yang digelar di SMA Negeri 2 Pringsewu

 

Dalam kegiatan tersebut, Anggota Bawaslu Kabupaten Pringsewu, Adam Malik, bertindak sebagai pembina upacara yang diikuti oleh seluruh siswa dan dewan guru SMA Negeri 2 Pringsewu. Melalui amanatnya, Adam Malik mengajak para siswa-siswi untuk menjadi bagian penting dalam menjaga proses demokrasi agar tetap jujur, adil, dan berintegritas.

 

“Teman-teman sebagai pemilih pemula memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga agar pemilu berjalan dengan jujur, adil, dan tanpa kecurangan. Dengan pengawasan partisipatif, kita bisa mencegah pelanggaran seperti politik uang, hoaks, atau kampanye hitam,” ujar Adam Malik di hadapan peserta upacara.

 

Ia menegaskan, generasi muda harus berani mengambil peran aktif dalam mengawal proses pemilihan umum, bukan hanya sebagai pemilih, tetapi juga sebagai pengawas partisipatif di lingkungannya.

 

“Kita butuh pemuda yang berani bertindak, bukan hanya sebagai pemilih, tapi juga sebagai pengawas yang aktif dalam menjaga pemilihan tetap sesuai aturan,” tambahnya.

 

Adam Malik juga berharap, kegiatan ini tidak sekadar memberi pemahaman tentang cara mencoblos, tetapi lebih dari itu—menumbuhkan semangat kepedulian dan keberanian untuk melaporkan setiap indikasi pelanggaran pemilu.

 

“Kita tidak hanya ingin siswa paham cara mencoblos. Lebih dari itu, generasi muda diharapkan menjadi ‘pengawas kecil’ di lingkungannya: tahu haknya, berani bertanya, dan aktif melaporkan jika ada pelanggaran. Dari partisipasi sederhana seperti ini, integritas Pemilu 2029 bisa kita jaga bersama,” tutupnya.

 

Melalui program “Bawaslu Goes To School”, Bawaslu Pringsewu berharap kesadaran demokrasi dan semangat pengawasan partisipatif dapat tumbuh sejak dini. Dengan begitu, generasi muda siap berperan aktif dalam menjaga kualitas pemilu serta mengawal tegaknya demokrasi di Indonesia.