Aliansi BEM Pringsewu Dorong Kolaborasi Mahasiswa dan Bawaslu Kawal Demokrasi
|
Pringsewu – Aliansi BEM Pringsewu mendorong penguatan kolaborasi antara mahasiswa dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pringsewu dalam mengawal demokrasi dan meningkatkan partisipasi masyarakat menjelang pemilu mendatang. Hal tersebut disampaikan Ahmad Mustofa dari Aliansi BEM Pringsewu selaku Ketua Pelaksana dalam kegiatan Behasan Demokrasi Episode 1 bertema “Gen Z dan Politik Uang: Masihkah Suara Rakyat Bisa Dibeli?” yang diselenggarakan melalui Zoom Meeting, Kamis (15/10/2026).
Dalam sambutannya, Ahmad Mustofa menyampaikan apresiasi kepada Bawaslu Kabupaten Pringsewu dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, Behasan Demokrasi menjadi langkah awal untuk membangun ruang diskusi sekaligus memperkuat kerja sama antara mahasiswa dan Bawaslu dalam mendorong kehidupan demokrasi yang lebih baik di Kabupaten Pringsewu.
Ia menilai, kolaborasi antara mahasiswa dan Bawaslu penting untuk terus dikembangkan, terutama dalam menghadapi pemilu mendatang. Mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agent of change atau agen perubahan serta social control atau kontrol sosial yang dapat mendorong perubahan positif dan mengawasi berbagai persoalan di tengah masyarakat, termasuk yang berkaitan dengan demokrasi.
Ahmad berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai forum diskusi semata, tetapi menjadi awal dari kerja sama berkelanjutan antara mahasiswa dan Bawaslu Kabupaten Pringsewu. Melalui kolaborasi tersebut, mahasiswa diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran politik masyarakat, memperluas edukasi demokrasi, serta mendorong pengawasan partisipatif.
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam ruang-ruang diskusi demokrasi menjadi penting agar generasi muda tidak hanya menjadi bagian dari proses pemilu, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga kualitas demokrasi di lingkungan masing-masing.
Kegiatan Behasan Demokrasi Episode 1 mengangkat tema “Gen Z dan Politik Uang: Masihkah Suara Rakyat Bisa Dibeli?” sebagai ruang dialog bagi mahasiswa dan masyarakat untuk membahas tantangan demokrasi, khususnya praktik politik uang dan peran generasi muda dalam menjaga integritas pilihan politik.
Melalui kegiatan ini, Aliansi BEM Pringsewu berharap hubungan kolaboratif dengan Bawaslu Kabupaten Pringsewu semakin kuat dan dapat berlanjut dalam berbagai kegiatan edukasi serta pengawasan partisipatif. Sinergi mahasiswa dan Bawaslu diharapkan mampu mendorong keterlibatan generasi muda dalam mewujudkan demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas.
Penulis dan Foto: Humas Bawaslu Pringsewu
Editor: Humas Bawaslu Pringsewu