Adam Malik: Gen Z Bukan Sekadar Pemilih, tetapi Penentu Arah Demokrasi
|
Pringsewu – Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pringsewu, Adam Malik, mengajak generasi Z (Gen Z) untuk berpartisipasi aktif dalam mengawal demokrasi, menolak politik uang, serta melawan hoaks menjelang Pemilu 2029. Ajakan tersebut disampaikan saat menjadi keynote speaker dalam kegiatan Behasan Demokrasi Episode 1 bertema “Gen Z dan Politik Uang: Masihkah Suara Rakyat Bisa Dibeli?” melalui Zoom Meeting, Kamis (15/10/2026).
Dalam pemaparannya, Adam menegaskan bahwa demokrasi tidak berhenti pada kegiatan mencoblos saat pemilu. Demokrasi juga mencakup proses mengenali rekam jejak calon, mengawasi jalannya pemilu, hingga mengawal janji para pemimpin setelah terpilih.
“Pemilu itu puncaknya, tetapi demokrasi dijalankan setiap hari,” tegas Adam.
Ia menyebutkan, generasi muda memiliki posisi strategis dalam menentukan masa depan demokrasi. Namun, besarnya jumlah pemilih muda perlu diimbangi dengan partisipasi yang berkualitas, seperti menentukan pilihan secara rasional, berani menolak politik uang, serta aktif mengawasi proses pemilu.
Adam juga menyoroti sejumlah tantangan demokrasi, mulai dari sikap apatis dan ketidakpercayaan terhadap politik, penyebaran hoaks di media sosial, praktik politik uang yang dianggap lumrah, hingga partisipasi yang hanya terbatas di ruang digital tanpa diikuti tindakan nyata.
Menurutnya, pemberian uang atau barang untuk memengaruhi pilihan politik tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele karena dapat mengorbankan kepentingan masyarakat dalam jangka panjang.
Ia mendorong generasi muda untuk tidak hanya aktif menyampaikan pendapat di media sosial, tetapi juga melakukan tindakan nyata, seperti memeriksa kebenaran informasi, mengawasi dugaan pelanggaran pemilu, serta melaporkannya kepada pihak berwenang sesuai mekanisme yang berlaku.
Adam menegaskan bahwa Gen Z memiliki potensi besar sebagai pengawas partisipatif, penjaga ruang digital dari hoaks, serta penggerak gagasan baru dalam demokrasi. Karena itu, generasi muda harus ditempatkan sebagai pelaku utama yang ikut menentukan kualitas pemilu, bukan sekadar sasaran untuk memperoleh suara saat kampanye.
Kegiatan Behasan Demokrasi Episode 1 turut menghadirkan narasumber dari Aliansi BEM Pringsewu (ABP), yakni Husein Fadhilah dari Universitas Aisyah Pringsewu, M. Fadhil Al-Hadi dari Institut Bakti Nusantara Pringsewu, Maulana Rizki Fauzi dari Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Pringsewu, serta Novryanda Aidil Fitra dari Universitas Muhammadiyah Pringsewu. Kegiatan ini diikuti oleh Gen Z dan masyarakat umum.
Melalui kegiatan tersebut, Bawaslu Kabupaten Pringsewu berharap generasi muda semakin melek politik, kritis dalam menentukan pilihan, berani menolak politik uang, dan aktif mengawal demokrasi demi terwujudnya pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.
Penulis dan Foto: Humas Bawaslu Pringsewu
Editor: Humas Bawaslu Pringsewu